PENGARUH PEMBERIAN HORMON 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS JERUK KASTURI (Citrus microcarpa)

Imam Mahadi, Wan Syafi'i, Yeni Sari

Sari


ABSTRACT

 

The aims of this research to determine the effect of the hormone 2,4-D and BAP on callus growth Kasturi Orange (Citrus microcarpa).  This research consisted of research using experimental method completely randomized design factorial.  Parameters observed is percentage of explants, while appearing callus, callus width and texture of the callus. Research results and a growing percentage of the width callus explants were analyzed by ANOVA and a further test DMRT at 5% level, when it appears callus and callus texture done by descriptively. The result shows that a combination of hormones D4B1 and D4B2 produces a callus emerged fastest of 3.3 HSK. The highest percentage of callus formation that is 100% contained in the treatment of D2B0, D2B0.5 - D4B0. The mean width of callus was highest in treatment D4B2 with a width of 0.97cm. Embryogenic callus resulting by treatment of D2B1, D2B2 ,and D3B0. 

 

Keywords: Hormones, Callus, Orange Kasturi            

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abidin Z. 1982. Dasar – dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Angkasa. Bandung.

Ball. 1997. Fruit Growing. Kalyani Publishers. New Delhi. Diakses pada tanggal 16 Maret 2015.

Campbell, N.A., J.B., Reece, L.G., Mitchell. 1999. Biologi. Terjemahan: Wasmen Manalu. 2003. Erlangga. Jakarta.

Dian Pramita Wardani, Solichatun, Ahmad Dwi Setyawan, 2004. Pertumbuhan dan Produksi Saponin Kultur Kalus Talinum paniculatum Gaertn Pada Variasi Penambahan Asam 2,4-Diklorofenoksi Asetat (2,4-D) dan Kinetin, Biofarmasi 2 (1); 35-43.

Elisa, 2009. Penumbuhan Dan Pemeliharaan Kalus Dan Kultur Suspensi Sel.

http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/24119/42e5aebbedba446d894559e8997c3dee. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2015.

Gunawan. 1992. Tekhnik Kultur Jaringan. Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Imam Mahadi, Sri Wulandari dan Addarwida Omar. 2014. Pengaruh Naftalen Acetyl Acid (NAA) dan Benzyl Amino Purin (BAP) Terhadap Pembentukan Kalus Tanaman Rosella (Hibiscus Sabdariffa) sebagai Sumber Belajar Konsep Bioteknologi Bagi Siswa SMA. Jurnal Biogenesis 11(1).

Peterson, G., R. Smith. l991. Effect of abscicic acid and callus size on regeneration of American and international rice varieties. Plant Cell Rep (1)10: 35-38.

Rachmawati, S. 2007. Studi Makroskopi, Dan Skrining Fitokimia Daun Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis. Skripsi Tidak Diterbitkan Surabaya: Fakultas Farmasi UNAIR Surabaya.

Suci Agustiani, 2015. Kultur Jaringan Jeruk Kasturi (Citrus Microcarpa) dengan Menggunakan Hormon Kinetin dan Naftalen Acetyl Acid (NAA) Sebagai Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Virtual Laboratory Pada Konsep Bioteknologi Modern di SMA. Skripsi tidak dipublikasikan. Pendidikan Biologi. Universoitas Riau. Pekanbaru.

Yusnita. 2003. Kultur Jaringan Cara memperbanyak Tanaman secara Efisien. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Zulkarnain. 2009. Kultur Jaringan Tanaman Solusi Perbanyakan Tanaman Budidaya. Bumi Aksara. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/biogenesis.12.2.97-101

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright (c):
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Alamat Redaksi:
Kampus Binawidya KM 12,5 Simpang Baru, Kecamatan Tampan
Pekanbaru, Riau, Indonesia 28293
Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Riau

  

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.